Others

Hambatan Penerjemah Bahasa Arab yang Kerap Dihadapi

Hambatan Penerjemah Bahasa Arab yang Kerap Dihadapi

Tidak semua bisa menjadi penerjemah bahasa Arab karena butuh skill dalam pemahaman bahasa tersebut. Ada hambatan yang harus dilalui agar Anda bisa menjadi penerjemah. Bahkan, hambatan tersebut juga masih ditemui oleh orang yang sudah berpengalaman sekalipun.

Sebagai pemula, sama seperti mempelajari dan menekuni ketrampilan desain interior Binus, beberapa hambatan berikut ini haru Anda lalu sebelum menjadi penerjemah:

  • Hambatan Pemahaman

Dalam memeplajari bahasa Arab, Anda nantinya akan menerjemahkan tentang teks bahasa sumber atau BSu baik dari atau ke bahasa Arab. Dalam pemahaman tersebut, teks BSu meliputi pemahaman teks dan struktur linguistic yang perlu dipahami. Tujuannya adalah agar Anda tahu makna atau pesan dari yang akan diterjemahkan sehingga tidak terjadi miss translation.

Seperti yang diketahui bahwa Bahasa Arab dan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris memiliki pemahaman dan juga struktur kata dan kalimat yang berbeda. Karena hal tersebut, pemahaman lebih mendalam, baik structural linguistic ataupun non struktur linguistik harus dilakukan dengan baik sebelum menjadi penerjemah.

  • Hambatan Struktur Linguistik

Hambatan ini berkaitan dengan struktur sintaksis dari bahasa itu sendiri. Misalnya susah untuk menentukan rujukan terkait dengan dlamir atau kata ganti dari kata yang dipergunakan. Hal tersebut bisa saja karena kedua kata tersebut termasuk maskulin atau mudzakkar. Padahal dalam bahasa Indonesia sendiri, tidak ada feminim dan maskulin. Akibatnya, tak sedikit penerjemah bahasa Arab yang merasa bingung apakah hasil terjemahannya sudah benar atau belum.

Hambatan Penerjemah Bahasa Arab yang Kerap Dihadapi
Hambatan Penerjemah Bahasa Arab yang Kerap Dihadapi
  • Hambatan Morfologis

Hambatan ini berkaitan dengan timbangan kata atau wazan dan bentuk kata atau shighah. Tidak terlalu paham mengenai bentuk katanya akan membuat Anda kesusahan sendiri. Terutama ketika harus menerjemahkan secara langsung misalnya menjadi pemandu.

  • Hambatan Non Struktur Linguistik

Hambatan ini berkaitan dengan semantic yang digunakan. Misalnya pemahaman mengenai kata yang memiliki arti lebih dari satu dalam budaya yang digunakan. Kesalahan dalam menuliskan atau menerjemahkan kata bisa menjadi masalah yang fatal apalagi sampai merubah inti dari pembahasan.

Contohnya dalam bahasa Indonesia tepatnya KBBI, papan bisa diartikan sebagai kayu ataupun tempat tinggal. Sedangkan dalam bahasa Inggris terdapat kata right yang bisa berarti benar ataupun kanan. Begitu pula dalam bahasa Arab yang membuat Anda harus memahami budaya yang digunakan agar penerjemahan yang Anda lakukan tersebut tepat.

Karena hal tersebutlah, perlu pembelajaran yang mendalam, bukan hanya mengenai bahasa yang digunakan dalam bahasa Arab namun juga budaya. Ini disebabkan karena tidak sedikit bahasa sehari-hari yang tidak ada dalam kamus sehingga Anda harus menginterpretasikannya sendiri. Tujuannya agar kata atau pembahasan sesuai dengan yang aslinya.

Jika anda bisa melalui hambatan tersebut dan memiliki kosakata yang lengkap, maka Anda bisa menjadi penerjemah bahasa Arab yang handal.